Pineleng, Minahasa

Pineleng adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia sebelah Utara berbatasan dengan Kota Manado, dan Laut Sulawesi, Timur dengan Kecamatan Tombulu, dan Kota Tomohon, Selatan Kota Tomohon, dan Barat dengan Kecamatan Tombariri. Desa-desa: Pineleng Satu, Pineleng Dua, Kali, Warembungan, Winangun Atas, Sea, Sea Satu, Sea Dua, Kalasey Satu, Kalasey Dua, Tateli, Tateli Weru, Koha, dan Agotey. Di kota ini terdapat Sekolah Tinggi Filsafat Seminari (Katolik) Keuskupan Manado. Monumen/Makam Pahlawan Nasional Imam Bonjol terletak di Lotak-Kali Pineleng.

Minggu, 06 Februari 2011

Warga Pineleng Tetap Tentang Tower SUTT

NUSANTARA - SULUT
Kamis, 13 Januari 2011 , 13:11:00


MINAHASA - Keberadaan dua buah tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV yang dibangun di Perumahan Wale Pineleng, Kecamatan Pineleng, Sulawesi Utara (Sulut), sejak lama ditentang warga yang menghuni kawasan itu. Mereka merasa terancam bahaya akibat dampak keberadaan tower itu.

"Apapun itu, pasti bahaya, termasuk radiasi yang kelak ditimbulkan tower SUTT itu. Dan kami akan tetap menentangnya," kata Nixon Tanos, salah seorang koordinator penolakan oleh warga, Kamis (13/1).

Warga pun disebutkan tak akan mundur, sekalipun PT PLN (Persero) telah meminta bantuan pihak TNI untuk mengamankan tower. Lewat surat nomor 439/131/Prokitring Sulbagutma/2010 yang ditandatangani Ir Maulana Fahrurozi selaku manajer, PLN memang disebut telah melayangkan surat permohonan bantuan tenaga untuk pekerjaan tower, yang ditujukan kepada Komando Resimen 131 Santiago di Manado.

"Kami meminta TNI bertindak profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," harap Tanos pula mewakili warga. Tanos menegaskan, pembangunan tower harus segera dipindahkan dari lokasi perumahan warga itu. Jika tidak katanya, selambat-lambatnya akhir bulan Januari 2011, warga akan membongkar sendiri tower itu bila tuntutan tak diindahkan.

Gubernur Sulut, pihak kepolisian, bahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun, diminta untuk merespon permasalahan ini. "Karena sebagai masyarakat, kami merasa hak atas kehidupan yang nyaman dan hak untuk hidup sehat kami, sudah tidak diindahkan oleh pihak-pihak yang melaksanakan proyek pembangunan dua buah tower tersebut," ucap Tanos lagi.

"Sebagai masyarakat, kami pada prinsipnya tetap mendukung program pemerintah. Tapi tak harus mengorbankan hak kami sebagai manusia. Termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan, kenyamanan dan kesehatan," tandasnya. (sto/jpnn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar